STIKes Payung Negeri Pekanbaru untuk pertama kalinya mengadakan konferensi internasional The 1st Payung Negeri International Health Conference 2018 (1st PANIHC 2018) pada tanggal 25-26 Oktober 2018 di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru. Tema yang diusung dalam perhelatan ini adalah “The Innovation of Science and Technology in Health Care Delivery”. Pelaksanaan konferensi internasional ini dibuka dengan dilakukannya pemukulan gong oleh Ibu Mimi sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru yang didampingi oleh Bapak Ir. Ahmad Kurnia (Ketua Yayasan Pendidikan Payung Negeri), Ibu Ns. Hj. Deswinda, S.Kep, M.Kes (Ketua STIKes Payung Negeri Pekanbaru), Ibu Ns. Eka Malfasari, M.Kep, Sp. Kep. J (Ketua Pelaksana The 1st APNIHC 2018). Beberapa rangkaian acara dilakukan dalam kegiatan konferensi internasional ini, diantaranya seminar internasional, oral presentation dan poster.

Adapun Keynote Speaker dan Pembicara yang hadir dalam kegiatan ini adalah :
a. Assc. Prof. Hiromi Ogarasawa (Keperawatan : Kaikoukai Medical Fondation, Japan)
b. Professor Valerie Wilson (Keperawatan : University of Wolonggong Australia)
c. Anis Fuad, S.Ked, DEA (Kesehatan Masyarakat : Universitas Gajah Mada)
d. Rully Hevrialni, SST., M.Keb (Kebidanan Poltekes Depkes Provinsi Riau : )
e. Ns. Hj. Deswinda, S. Kep, M. Kes (Ketua Stikes PN)
f. Ns. Wardah, M.Kep (Kaprodi Ners Stikes PN)
g. Ns. Sri Yanti, M.Kep, Sp.KMB (Kaprodi S1 Keperawatan Stikes PN)
h. Ns. Novi Yanti, M.Kes (Kaprodi DIII Keperawatan Stikes PN)
i. Yessy Azwar, SST, M.Kes (Kaprodi DIII Kebidanan Stikes PN)
j. Dwi Sapta A, M.Kes (Kaprodi Ilmu Kesehatan Masyarakat Stikes PN)

The 1st PANIHC 2018 dihadiri lebih dari 1.000 orang peserta yang berasal dari beberapa provinsi seperti Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Bali dan Sulawesi Selatan. Peserta yang ikut berpartisipasi dalam konferensi internasional ini bukan hanya dari kalangan akademisi yaitu mahasiswa dan dosen yang berasal dari beberapa perguruan tinggi kesehatan, akan tetapi juga berasal dari kalangan praktisi baik itu dari instansi pemerintah maupun swasta.
Dalam pelaksanaan kegiatan, peserta terlihat sangat antusias. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh peserta kepada keynote speakers dan pembicara. Semangat dan antusias peserta semakin bertambah dengan diberikannya beberapa doorprize yang disponsori oleh Wardah Cosmetic, Penerbit Erlangga, Telkomsel, Hydrococo, PT Albadriah, dll.
Materi seminar yang disampaikan oleh keynote speakers memberikan banyak informasi baru, menarik dan inovatif yang dapat di applikasikan dalam dunia kesehatan. Hiromi menyatakan bahwa penelitian kualitatif dapat digunakan untuk mengingkatkan kemampuan perawat dalam melakukan pengkajian. Dengan bersikap terbuka perawat bisa melakukan pendekatan secara bertahap kepada keluarga dan klien. Valerie menyatakan bahwa secara historical saat ini praktek keperawatan masih berdasarkan pada teori Florence Nightingali yang sudah diterapkan berabad-abad, namun pembaruan masih terus dilakukan melalui inovasi sains dan teknologi. Sebagai contoh inovasi sains dan teknologi: color-coded IV lines, memandikan bayi setelah 24 jam, neonatal phototerapi, robotic, 3D printres, artificial intelligence. Anis Fuad melalui penelitian-penelitian yang dilakukan telah menghasilkan inovasi e-health di Indonesia, berupa : telemedicine, penggunaan whatsapp untuk perawatan, rekam medis elektronik, alodokter, tenenim ( teknologi telemedis terintegrasi). Sedangkan ibu Rully Hevrialni menyatakan bahwa penggunaan teknologi harus disesuaikan dengan kebudayaan setempat. Sebagai contoh penggunaan teknologi smartphone digunakan untuk membantu prenatal home visit pada wanita hamil.
Dengan diselenggarakannya Konferensi internasional ini diharapkan adanya penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan khususnya di Propinsi Riau terutama pada bidang keperawatan, kesehatan masyarakat dan kebidanan. Ibu Ns. Hj. Deswinda, S.Kep, M.Kes dalam sambutannya menyatakan bahwa STIkes Payung Negeri harus menjadi pelopor untuk menjadi perguruan tinggi kesehatan swasta pertama di Provinsi Riau yang melaksanakan kegiatan konfrensi dan seminar internasional ini. Semoga konferensi internasional ini dapat dijadikan sebagai media tukar menukar informasi dan pengalaman, ajang diskusi ilmiah, peningkatan kemitraan antara peneliti dengan praktisi dan untuk pelaksanaan salah satu tri dharma perguruan tinggi.
Sampai bertemu di 2nd Payung Negeri International Health Conference (2nd PANIHC) tahun 2020.

Share: